KEPO888 membahas satu langkah yang mudah terlewat saat mencari jawaban: memeriksa asal, konteks, dan bukti sebelum informasi dipercaya. Banyaknya jawaban tidak dengan sendirinya menunjukkan mana yang paling kuat. Yang perlu dinilai adalah apakah tiap klaim benar-benar menjawab pertanyaan dan ditopang alasan yang bisa diperiksa.
Literasi informasi memberi kerangka untuk proses itu. CILIP menekankan kemampuan berpikir kritis dan membuat penilaian berimbang terhadap informasi yang ditemukan dan digunakan. ALA menyoroti kemampuan menyadari kapan informasi dibutuhkan, lalu menemukan, mengevaluasi, dan menggunakannya secara efektif. Rumusan kedua organisasi itu berbeda, tetapi sama-sama menempatkan penilaian sebagai bagian penting dari penggunaan informasi [1].
Rumuskan klaim yang ingin diperiksa
Sebelum membandingkan sumber, tentukan dulu apa yang sedang dicari. Pisahkan klaim utama dari penjelasan atau kesimpulan yang menyertainya. Pertanyaan tentang apa yang terjadi, mengapa hal itu terjadi, dan apakah hal itu baik atau buruk tidak selalu meminta jenis jawaban yang sama.
Perjelas juga batas pertanyaannya: periode, tempat, istilah, atau kelompok yang dibicarakan. Tanpa batas yang terang, dua jawaban mungkin tampak bertentangan padahal masing-masing membahas cakupan berbeda. Ini bukan alasan untuk menganggap salah satunya benar; ini petunjuk untuk memastikan perbandingannya setara.
Telusuri asal informasi dan dasar klaim
Jangan berhenti pada kalimat yang terdengar tegas. Periksa siapa yang menyampaikan informasi, kapan informasi itu dibuat, dan bukti apa yang ditunjukkan untuk mendukung klaimnya. Jika ada rujukan, telusuri apakah rujukan tersebut benar-benar mendukung pernyataan yang sedang dinilai, bukan sekadar membahas topik serupa.
Nama penulis atau lembaga dapat menjadi petunjuk untuk diteliti, bukan pengganti pemeriksaan isi. Perhatikan pula apakah bagian yang dibaca berupa keterangan, penafsiran, atau ajakan untuk menyetujui suatu kesimpulan. Membedakan jenis pernyataan ini membantu menjaga agar pendapat tidak keliru diperlakukan sebagai bukti.
Baca klaim dalam konteksnya
Periksa kalimat di sekitar kutipan dan cari batas yang mungkin memengaruhi maknanya. Apakah pernyataan berlaku umum atau hanya untuk keadaan tertentu? Apakah istilah yang digunakan memiliki arti yang sama dengan istilah dalam pertanyaan? Catat keterangan yang mempersempit atau memberi syarat pada klaim; bagian itu bisa menentukan seberapa jauh kesimpulan dapat ditarik.
Penilaian yang berimbang juga berarti tidak hanya memilih potongan yang mendukung dugaan awal. Kerangka literasi informasi dari CILIP secara khusus menekankan penilaian terhadap seluruh informasi yang ditemukan dan digunakan [1]. Dalam praktiknya, itu berarti memeriksa bagian yang mendukung maupun yang membatasi kesimpulan, bukan mengabaikan salah satunya.
Bandingkan bukti, bukan sekadar bunyi jawaban
Untuk membandingkan beberapa sumber, letakkan klaim yang sama berdampingan. Lalu periksa:
- Klaim tepat apa yang dibuat masing-masing sumber?
- Bukti apa yang disajikan untuk mendukungnya?
- Apakah cakupan dan istilah yang digunakan sebanding?
- Apakah sumber-sumber itu memberi dasar yang berbeda, atau merujuk pada dasar yang sama?
- Bagian mana yang belum dijawab atau masih memiliki batas?
Jika kesimpulannya berbeda, periksa dulu apakah perbedaannya berasal dari cakupan, definisi, atau bukti yang dipakai. Jangan menyamakan pengulangan sebuah klaim dengan dukungan bukti yang berbeda. Sebaliknya, jika suatu sumber tidak menyediakan dasar yang cukup, kekurangan itu tidak otomatis membuktikan klaimnya salah; kesimpulan yang tepat mungkin masih belum dapat ditentukan.
Tarik kesimpulan sejauh bukti mendukung
Akhiri penelusuran dengan menyatakan apa yang didukung, apa yang belum pasti, dan apa yang masih perlu diperiksa. Kesimpulan tidak harus lebih tegas daripada bukti yang tersedia. Kebiasaan merumuskan kebutuhan informasi, menemukan sumber, lalu menilai dan menggunakannya secara efektif selaras dengan pengertian literasi informasi dalam rumusan ALA [1].
Rasa ingin tahu membuka banyak pintu, tetapi setiap jawaban tetap perlu diuji dengan pertanyaan yang tepat. Asal informasi memberi petunjuk, konteks menjaga makna, dan perbandingan bukti membantu menentukan seberapa jauh sebuah kesimpulan layak dipercaya.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Literasi informasi. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29849514&title=Literasi_informasi (diakses 2026-10-03).